Biarpun malu di terpa hinaan, cacian, makian bahkan ludahan tapi tak mengapa.
"Bodoh" mungkin cap yang terucap untuk diriku bagi kaum-kaummu yang mendukungmu.Kau punya segalanya, kedudukan, kehormatan, pangkat, namun hidupku bagai gersang disisimu.Semua itu polesan tak ada ketulusan yang ada hanya ambisi dan keangkuhan. Hati dan pikianmu picik, licik memanfaatkan segala peluang yang ada tak terkecuali aku kau jadikan obyekmu agar apa yang menjadi cita-citamu terkabul.
Semakin hatimu penuh ambisi, semakin pula aku ingin berlari manjauh...
Hatiku mulai tak pernah tenang karena semakin aku tahu dirimu yang sesungguhanya
Kini aku telah bebas, merdeka dari jerat cinta palsumu, melangkahkan kaki ke arah tujuan hati. KEMERDEKAAN yang hakiki telah kudapati kini, mungkin aku dianggap bodoh mempartahankan Iman didada.
Walau kurang tahu tentang puisi....yang jelas dapat menangkap makna yang ada...!
BalasHapusMbok dikasih buku tamu ( chatbox ),cuma usul...!!
makasih atas kunjungannya,ya nanti saya kasih buku tamu pluh suguhan sekaligus he he
BalasHapusiya ya , coba ntr tk utak atik, maklum masih nunak nunuk, makasih kunjunganya
BalasHapus