Menyingsingkan lengan baju,melangkah lebar nun jauh ,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Kadang lebih perkasa dari lelakinya, Menjadi tulang punggung keluarga
Mengambil alih peran orang tua dan suami adalah menjadi pilihan tak bisa di pungkiri
Bagi keluarga bagi negara banyak guna
BMI / TKI bagai mutiara-mutiara berserak ,,,,,,,,,,,,berlumur debu jalanan
Hingga tiada tanda jasa terkenali
Kerinduan yang mendalam sering terbenam di dasar lubuk hati
Rasa kangen yang setiap saat menyambangi di tepisnya jauh-jauh
Agar tiada kesedihan yang berkepanjangan ,,,,,,,,,,,,,,,,pada kampung Dan handaitolan
Lapangan kerja yang sangat minim
Kebutuhan melambung tinggi
Jangankan untuk sekolah buat makan aja susah
Gemah ripah loh jinawi di manja istilah ini ,,,,,,,,
Terpana janji-janji pemimpin negeri
Realita berbicara kemiskinan di mana, pengangguran, korupsi merajalela
Menjadi mata rantai yang tak terputuskan
Sumiyati-Sumiyati anak negeri yang bermodal tekad merubah nasib
Bertaruh nyawa yang kadang melayang, harga diri tergadaikan
Bagai budak belian demi menjadi seorang abdi,,,,,,,,
Satu pertanyaan untuk pemimpin negeri
" Mengapa bangga kami jadi TKI ? ",,,,,,,
Sujud syukur ku ucapkan kepadamu ketua DPRI RI "Marzuki Ali"
Yang telah menuduh kami mencoreng nama negeri
Terimakasihku mewakili seluruh kawan-kawan TKI atas perhatian dan ucapmu pada kami
Semoga nenjadi cambuk bagi kami agar tak merengek minta-minta
Merengek belas kasih karena memang tak ada belas kasihmu pada kami
Andai anak cucumu yg seperti kami mungkin kau akan mengerti penderitaan, diskriminasi yg sering mendera
Andai engkau jadi kami mungkin akan maklum mengapa mencoreng nama negeri
Bukan,,,,,,,,,,,,,,,,,bukan ingin kami, kami hanya setitik semangat mengais rejeki
Tiada niat mempermalu negeri tercinta ini
Andai ku boleh memilih,,,,,,,,,,,
Aku akan tetap disini
Tetap di negeri tercinta ini tanpa mencoreng nama baiknya
Penulis: Ani Purwani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar